Cool Blue Outer Glow Pointer

Selasa, 03 Juni 2014

Facebook dan Twitter laksana lingkaran setan


Internet dan jejaring sosial seakan sudah menjadi satu hal yang penting dan perlu bagi kebanyakan orang di seluruh dunia. Namun menurut seorang aktris dari Inggris, Emma Thompson, jejaring sosial adalah 'pembunuh' generasi.

Dalam suatu wawancara, Emma menjelaskan bahwa memang sekarang ini Google dan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook adalah 'makanan pokok' sehari-hari banyak orang.

Namun, apabila disuruh memilih, berselancar di Google, beraktivitas di Facebook atau Twitter atau pergi ke suatu tempat, Emma lebih memilih opsi terakhir yaitu beraktivitas di dunia nyata.

Dikutip dari Mashable (21/05), menurutnya situs-situs jejaring sosial memiliki sifat merusak, bahkan dapat membunuh generasi.

"Dalam 25 tahun ke depan, mungkin secara tiba-tiba generasi yang ada akan menyusut dan mati. Semua orang akan mati dalam waktu bersamaan. banyak orang terkoneksi (dengan internet dan jejaring sosial) selama 24 jam dan tidak berusaha mencari tahu kenapa harus begitu. Hal itu disebabkan karena kita sudah dibuat untuk menjadi bodoh," jelasnya.

Banyak orang yang sudah mengetahui bahwa ada sisi negatif apabila terus terhubung dengan internet atau juga jejaring sosial. Akan tetapi, mereka seakan tidak dapat melakukan suatu perubahan atau menghentikannya, karena sudah 'kecanduan.'

Akan tetapi, tidak semua orang akan 'pasrah' dengan hal tersebut. Seperti contohnya adalah Stephen Fry, seorang selebriti di Twitter. Dia join di Twitter sejak tahun 2008 dan memiliki 7 juta follower. Namun pada akhirnya, dia menutup accountnya itu.

Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh seseorang bernama Dr Gregory House. Dia berpendapat bahwa ada tingkat kesulitan tersendiri bagi seseorang yang sudah 'kecanduan' untuk meninggalkan layanan dunia maya tersebut.

"Teknologi seperti ini seperti sebuah lingkaran setan," jelasnya.

Buat ratusan satelit, apa yang diinginkan Google?


Inovasi dari Google seakan tak ada habisnya. Setelah membuat mobil otomatis untuk menguasai 'daratan', kini mereka juga berkeinginan untuk menguasai angkasa.

Menurut Wall Street Journal (1/6), perusahaan ini rela menghabiskan lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 11 triliun lebih untuk membuat ratusan satelit yang kelak digunakan untuk menyambungkan akses internet ke seluruh dunia secara wireless, bahkan untuk tempat-tempat yang sangat terpencil sekalipun.

Nantinya akan ada 180 satelit ukuran kecil yang siap mengudara di orbit bawah bumi untuk menyebarkan akses internet. Meskipun memiliki ukuran yang kecil, satelit-satelit ini diklaim mempunyai kapasitas data yang besar.

Proyek satelit ini diyakini sebagai kelanjutan dari proyek Loon yang menggunakan balon udara sebagai media penyebaran akses internet ke area-area terpencil yang sebelumnya juga digarap oleh Google.

Google sendiri juga yakin jika mereka bisa segera 'balik' modal dari proyek bernilai belasan triliunan ini. Mereka beranggapan jika dengan naiknya jumlah orang yang mengakses internet juga berpengaruh dengan meningkatnya jumlah iklan yang mungkin dilirik oleh konsumen, Engadget (1/6).

Sebelumnya, Google juga bereksperimen dengan membuat pesawat tanpa awak atau drone untuk menggantikan proyek Loon. Bersama dengan perusahaan yang baru diakuisisinya, Titan Aerospace, Google membangun drone bertenaga surya untuk menyediakan layanan internet ke seluruh dunia.

Efektifkah perketat warnet untuk perangi pornografi?


Tentunya segala hal itu ada sisi positif dan negatifnya, salah satu contohnya adalah dengan diciptakannya teknologi internet yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang sekarang ini.

Internet seakan sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan. Banyak aktivitas yang dapat terbantu dengan mudah dan cepat dengan keberadaan internet.

Namun tentunya, internet juga tidak meninggalkan sisi negatif yang salah satunya adalah terdapatnya konten-konten porno yang dapat diakses oleh siapa saja khususnya anak di bawah umur.

Oleh karena itu, khususnya di Indonesia, pemerintah pusat melalui Kemkominfo, pemerintah daerah dan badan atau organisasi terkait, berusaha keras untuk memeranginya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan batasan dan peraturan ketat kepada penyedia layanan warung internet (warnet). Pemerintah daerah di beberapa kota sudah melakukan pembatasan dan pengetatan terhadap para pemilik warnet untuk tidak melayani anak-anak di bawah umur atau juga yang masih berstatus pelajar untuk mengakses internet di jam-jam tertentu.

Sanksi bagi yang tidak mengindahkan peraturan tersebut adalah teguran sampai dengan pencabutan izin usaha.

Menjadi satu hal yang sangat dilematis karena di era canggih sekarang ini, banyak sekali jalan yang dapat dilakukan oleh banyak orang untuk menembus blokir pemerintah atau juga yang dilakukan oleh pihak warnet dalam memerangi situs-situs dan konten pornografi di internet.

Banyak tutorial baik dari dalam atau dari luar yang dapat dipelajari oleh siapapun. Bahkan konten-konten berbau pornografi tersebut sekarang ini penyebarannya juga tidak hanya terfokus dalam satu website saja. Tidak sedikit konten pornografi yang beredar di situs-situs jejaring sosial.

Selain itu, apabila ada batasan dan peraturan untuk ke warnet, tidak sedikit akal, para pengakses internet juga dapat memanfaatkan paket data dari operator untuk mengakses dunia maya tanpa tergantung dengan warnet lagi menggunakan perangkat mobilenya.

Dan lagi, sekarang ini sudah banyak kota-kota di Indonesia yang sudah menyediakan spot-spot khusus untuk dapat digunakan sebagai pengakses internet atau Wi-Fi gratis.

Dilematika akan terus berlanjut ketika tidak adanya kesadaran dari para netizen sendiri, bahkan akan terkesan seperti main kucing dan tikus antara pengguna internet dan pemerintah sebagai pemegang regulasi dalam hal pengaksesan konten pornografi di internet ini.

Namun hal ini bukan berarti apa yang telah dilakukan, diupayakan dan diberlakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait adalah sia-sia. Pihak Kemkominfo pernah menjelaskan bahwa sampai sekarang sudah ada ribuan website, blog dan hal-hal yang berbau pornografi telah diblokir di lintas internet Indonesia.

Senin, 02 Juni 2014

Ditemukan planet mirip bumi dengan waktu 1 tahun hanya 45 hari

Ditemukan planet mirip bumi dengan waktu 1 tahun hanya 45 hari


Pencarian tempat tinggal selain bumi terus dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia. Kembali ditemukan satu planet yang diperkirakan layak bumi dengan ukuran sangat besar.

Berdasarkan laporan dari The Harvard-Smithsonian Center For Astrophysics, para peneliti menemukan satu planet super besar yang diperkirakan layak huni dan memiliki karakteristik mirip bumi.

Dikatakan besar karena masa 17 kali lebih besar dibandingkan planet yang dihuni manusia ini. Dikutip dari Business Insider (03/06), planet yang disebut dengan Mega-Earth ini memiliki gas hidrogen yang menyelimutinya, mirip seperti yang ada di Jupiter.

Kepler-10c atau nama planet tersebut memiliki diameter 18 ribu mil dan 2,3 kali ukuran bumi. Letak dari planet ini sekitar 560 tahun cahaya dari bumi dengan perkiraan satu tahun hanya 45 hari saja di sana.

Sisi menariknya, planet tersebut berada di sebuah sistem tata surya lain yang lahir sekitar 3 miliar tahun setelah terjadinya Big Bang atau dentuman besar yang menurut para pakar adalah awal terbentuknya tata surya kita.

8 Aktivitas Sederhana untuk Cerdaskan Otak


Otak sejatinya punya kekuatan luar biasa. Yang perlu dilakukan hanya mengoptimalkannya. Sebab, bahkan seorang jenius seperti Einstein saja tak sampai menggunakan 10 persen dari otaknya.
Bukan tak mungkin Anda bisa lebih cerdas dibanding Albert Einstein atau Bill Gates. Mengutip laman Huffington Post, berikut beberapa cara memaksimalkan fungsi otak dan menjaganya sesehat mungkin.

Belajar
Pendidikan bisa melindungi otak dari memudarnya fungsi mental. Teorinya, orang yang berpendidikan punya cadangan kognitif lebih besar. Mereka yang malas belajar cenderung menderita Alzheimer.

Teka-teki silang
Penelitian terhadap 488 orang dewasa di atas usia 75 dan menemukan, melakukan aktivitas kognitif seperti mengisi teka-teki silang, membaca, atau bermain musik menunda terjadinya penurunan memori.

Gunakan banyak indera
Riset menunjukkan, keterlibatan banyak indera akan meningkatkan kemampuan mengingat. Misalnya, mengidentikkan bunga dengan aroma wangi, sampah dengan bau busuk, dan sebagainya.

Sosialisasi
Para peneliti menyarankan manusia untuk saling bersosialisasi. Itu dapat membantu mengurangi stres dan melepaskan hormon-hormon yang berasal dari emosi negatif.

Jangan multitask
Bisa melakukan banyak hal mungkin sebuah talenta yang luar biasa. Tapi jangan terlalu sering melakukan banyak pekerjaan bersamaan. Membelah perhatian membuat tidak produktif.

Pengulangan
Saat harus menghafal sesuatu, ulangi berkali-kali. Dengan begitu, memori akan bertambah dari waktu ke waktu. Kedengarannya sederhana, tapi itu baik untuk untuk memaksimalkan memori.

Joging
Penelitian menunjukkan, joging meningkatkan aliran darah ke otak dan merangsang produksi saraf. Cukup joging enam menit dalam sehari, memori akan meningkat.

Makanan bergizi
Para peneliti juga menemukan, mengonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 seperti salmon, kenari, dan kacang kedelai dapat meningkatkan kerja memori. Otak pun bisa berpikir lebih cerdas.